Langsung ke konten utama

Model Sistem Informasi Psikologi

SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI
Sistem informasi psikologi ialah suatu hubungan dari bagian-bagian yang berkaitan satu sama lain yang menggabungkan sisi manusia maupun perilaku, prosedur dengan teknologi yang ada, dalam arti untuk mengolah data mengenai perilaku manusia sehingga menghasilkan informasi yang dapat digunakan untuk tujuan tertentu.
Untuk membuat system diperlukan suatu elemen system dan karakteristik system yang diperlukan untuk membangun system tersebut.
ELEMEN SISTEM
a.       Tujuan
Dimana dalam sebuah system akan memiliki tujuan atau goals. Tujuan ini lah yang akan menjadi motivasi dalam mengarah sebuah system yang akan di bangun.
b.      Mekanisme pengendalian
Diwujudkan dengan menggunakan umpan balik sebagai pengendalinya baik itu masukan atau proses di dalam system.
c.       Input
Sesuatu yang akan masuk ke dalam system yang menjadi bahan untuk diproses selanjutnya,

d.      Proses
Sesuatu pengolahan yang akan merubah masukan dengan bahan yang ada menjadi sebuah keluaran yang sudah dip roses.
e.       Output
Hasil akhir dari pemrosesan yang terjadi selama di dalam system.
KARAKTERISTIK SISTEM
a.       Komponen
Komponen adalah proses dalam suatu system yang mentransformasikan input menjadi bentuk ouput. Komponen ini bisa merupakan subsistem.
b.      Batasan (Boundary)
Batasan adalah penggambaran dari sebuah elemen atau unsure mana yang termasuk didalam system dan mana yang diluar system tersebut.
c.       Lingkungan
Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di luar system, lingkungan yang menyediakan asumsi, kendala, dan input terhadap sebuah system.
d.      Penghubung (Interface)
Penghubung adalah tempat dimana komponen saling berhubangan satu dengan yang lain.
e.       Input
Input adalah sumber daya data, bahan baku, informasi dan energy dari lingkungan yang dikonsumsi dan dimanipulasi oleh suatu system.
f.       Output
Output adalah sumber daya informasi, data, dokumen, bahan baku dan energy yang disediakan untuk lingkungan system oleh kegiatan dalam suatu system.
g.      Proses
Suatu system dapat memiliki suatu bagian pengolah yang akan mengubah masukan menjadi keluaran.
h.      Sasaran atau tujuan
Tujuan yang ingin dicapai oleh system, akan dikatakan berhasil apabila mengenai sasaran atau tujuan.

Model sistem informasi psikologi
Model sistem informasi psikologi dapat mengaplikasikan dengan computer, seperti Sistem informasi psikologi tes IQ. Tes IQ atau kemampuan adalah serangkaian tes yang harus diselesaikan dalam batas waktu tertentu atau lebih dikenal dengan istilah time limit test, yakni sederetan soal yang relative mudah, tetapi diberikan dalam waktu terbatas dan mampu menyelesaikan jawaban yang benar sebanyak mungkin


Tujuan tes IQ adalah untuk mengetahui seberapa besar tingkat intelegensi seseorang dalam menjawab beberapa pertanyaan.
Mekanisme control tes IQ dengan mengatur atau mengarahkan agar system dapat berjalan dengan semestinya.
Input tes IQ adalah pertanyaan-pertanyaan tes IQ yang sudah di jawab dan menjadi sebuah informasi.
Proses tes IQ , informasi itu akan di olah untuk dijadikan sebuah hasil dari serangkaian pertanyaan tes IQ.
Output tes IQ, hasil akhir dari sebuah informasi yang sudah di proses dan akan menjadi sebuah skor IQ.

DAFTAR PUSTAKA
Fatta, H, A. (2007). Analisis dan perancangan system informasi. Jakarta : Andi Offset.
Hutahaean, J. (2014). Konsep system informasi. Yogyakarta : Deepublish.
http://gawokyugokhatelu.blogspot.co.id/2016/11/sistem-informasi-psikologi-sip-dan.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Stress

A. Arti Penting Stress Menurut Lazarus (1976) stres adalah suatu keadaan psikologis individu yang disebabkan karena individu dihadapkan pada situasi internal dan eksternal. Stress juga dibutuhkan dalam kehidupan ini, jika seseorang tidak pernah mengalami stress hidupnya akan hampa, tidak ada yang namanya tantangan. Stress tidak berarti negatif (distress), stresspun ada yang bersifat positif (uestress) untuk menyeimbangkan proses kehidupan kita. Efek-Efek stress menurut hans selye Menurut Hans Selye, ahli endokrinologi terkenal di awal 1930 tidak semua jenis stres bersifat merugikan. Berikut adalah beberapa efek dari stress: 1. Local Adaptation Stress adalah ketika tubuh menghasilkan banyak respon setempat terhadap stres. Respon setempat ini contohnya seperti pembekuan darah, penyembuhan luka, akomodasi cahaya, dan masih banyak lagi. Responnya berlangsung dalam jangka yang sangat pendek. Karakteristik dari LAS adalah respon yang terjadi hanya setempat dan tidak melibatkan s...

Self Directed Changes

Self Directed Change Menurut teori kompetensi, langkah yang merupakan elemen mendasar untuk mengajarkan atau menigkatkan kompetensi orang dewasa (Competence At Work, 1993). Biasanya disebut dengan istilah "Self Directed Change Theory". Teori ini mengajarkan tentang bagaimana kita bisa mengubah diri ke arah yang lebih baik dari kenyataan hidup yang kurang mendukung, katakanlah semacam stres. Menurut teori ini juga, orang dewasa akan berubah kalau berada dalam kondisi di bawah ini: 1. merasa tidak puas dengan kondisi aktual yang dihadapi (actual) 2. punya gambaran yang jelas tentang kondisi ideal yang ingin diraih/dikehendaki (ideal) 3. punya konsep yang jelas tentang apa yang akan dilakukan untuk bergerak dari kondisi aktual menuju kondisi ideal (action step) Self directed Change juga memiliki beberapa tahapan, seperti: 1. meningkatkan kontrol diri Hurlock mengatakan "kontrol diri berkaitan dengan bagaimana individu-individu mengendalikan emosi serta doronga...

Penyesuaian Diri dan Pertumbuhan

Penyesuaian Diri Menurut Kartono, penyesuaian diri adalah usaha manusia untuk mencapai harmoni pada diri sendiri dan pada lingkungannya. Sehingga permusuhan, kemarahan, depresi, dan emosi negatif lain sebagai respon pribadi yang tidak sesuai dan kurang efisien bisa dikikis. Hariyadi, dkk (2003) menyatakan penyesuaian diri adalah kemampuan mengubah diri sesuai dengan keadaan lingkungan atau dapat pula mengubah lingkungan sesuai dengan keadaan atau keinginan diri sendiri. Aspek-aspek Penyesuaian Diri  Menurut Fromm dan Gilmore (dalam Desmita, 2009:195) ada empat aspek kepribadian dalam penyesuaian diri yang sehat antara lain : a. Kematangan emosional, yang mencakup aspek-aspek : Kemantapan suasana kehidupan emosional Kemantapan suasana kehidupan kebersamaan dengan orang lain Kemampuan untuk santai, gembira dan menyatakan kejengkelan Sikap dan perasaan terhadap kemampuan dan kenyataan diri sendiri b. Kematangan intelektual, yang mencakup aspek-aspek : Kemam...