Pengertian Hubungan Interpersonal
Hubungan interpersonal adalah dimana ketika kita berkomunikasi, kita
bukan sekedar menyampaikan isi pesan, tetapi juga menentukan kadar hubungan
interpersonalnya. Jadi ketika kita berkomunikasi kita tidak hanya menentukan content
melainkan juga menentukan relationship.
Dari segi psikologi komunikasi, kita dapat menyatakan bahwa makin baik
hubungan interpersonal, makin terbuka orang untuk mengungkapkan dirinya; makin
cermat persepsinya tentang orang lain dan persepsi dirinya; sehingga makin efektif
komunikasi yang berlangsung diantara komunikan.
Teori-teori hubungan interpersonal
a. Model pertukaran sosial (social exchange model)
Hubungan interpersonal diidentikan dengan suatu transaksi dagang. Orang berinteraksi karena mengharapkan sesuatu yang memenuhi kebutuhannya. Artinya dalam hubungan tersebut akan menghasilkan ganjaran (akibat positif) atau biaya (akibat negatif) serta hasil / laba (ganjaran dikurangi biaya).
b. Model peranan (role model)
Hubungan interpersonal diartikan sebagai panggung sandiwara. Disini setiap orang memainkan peranannya sesuai naskah yang dibuat masyarakat. Hubungan akan dianggap baik bila individu bertindak sesuai ekspetasi peranan (role expectation), tuntutan peranan (role demands), memiliki ketrampilan (role skills) dan terhindar dari konflik peranan. Ekspetasi peranan mengacu pada kewajiban, tugas dan yang berkaitan dengan posisi tertentu, sedang tuntutan peranan adalah desakan sosial akan peran yang harus dijalankan. Sementara itu ketrampilan peranan adalah kemampuan memainkan peranan tertentu.
c. Model permainan (games people play model)
Model menggunakan pendekatan analisis transaksional. Model ini menerangkan bahwa dalam berhubungan individu-individu terlibat dalam bermacam permaianan. Kepribadian dasar dalam permainan ini dibagi dalam 3 bagian yaitu :
• Kepribadian orang tua (aspek kepribadian yang merupakan asumsi dan perilaku yang diterima dari orang tua atau yang dianggap sebagi orang tua).
• Kepribadian orang dewasa (bagian kepribadian yang mengolah informasi secara rasional)
• Kepribadian anak (kepribadian yang diambil dari perasaan dan pengalaman kanak-kanak yang mengandung potensi intuisi, spontanitas, kreativitas dan kesenangan).
Pada interaksi individu menggunakan salah satu kepribadian tersebut sedang yang lain membalasnya dengan menampilkan salah satu dari kepribadian tersebut. Sebagai contoh seorang suami yang sakit dan ingin minta perhatian pada istri (kepribadian anak), kemudian istri menyadari rasa sakit suami dan merawatnya (kepribadian orang tua).
d. Model Interaksional (interacsional model)
Model ini memandang hubungann interpersonal sebagai suatu sistem. Setiap sistem memiliki sifat struktural, integratif dan medan. Secara singkat model ini menggabungkan model pertukaran, peranan dan permainan.
Analisis Transaksional
Pengertian analisis transaksional
Kata transaksi selalu mengacu pd proses pertukaran dlm suatu hubungan. Dlm komunikasi antar pribadi juga dikenal transaksi à yg dipertukarkan adalah pesan-pesan, baik verbal maupun non verbal.
Analisis transaksional adalah suatu model analisis komunikasi dimana seseorang menempatkan dirinya menurut posisi psikologi yg berbeda (Eric Berne’s, Stuart Sundeen, 1995).
Tujuan:
Analisis transaksional bertujuan unt mengkaji secara mendalam proses transaksi
siapa – siapa yg terlibat di dalamnya
pesan apa yg dipertukarkan
KOMPONEN ANALISIS TRANSAKSSIONAL (Rungapadiachy, 1999)
Analisis Struktur
Analisis Transaksi
Analisis Permainan
Analisis Naskah
1. ANALISIS STRUKTUR
Mengalisis kepribadian orang, yakni pikiran, perasaan, tingkah laku
membuat kita mengenal diri sendiri dlm berkomunikasi dengan orang lain
siapa kita? mengapa kita berperilaku demikian
Kepribadian seseorang terdiri dari 3 status ego à pola yg tetap dr perasaan, pengalaman, dan tingkah laku.
Sikap Dasar Ego
Mengacu pada:
Sikap orang tua (Parent = P)
Sikap orang dewasa (Adult = A)
Ego anak (Child = C)
Ketiga sikap tsb dimiliki oleh setiap orang, baik dewasa, anak-anak, maupun orang tua.
Sikap orang tua
Terlihat dlm tindakan, tutur kata ataupun ucapan-ucapannya.
Seperti tindakan menasehati orang lain, memberikan hiburan, menguatkan perasaan, memberikan pertimbangan, membantu, melindungi, mendorong unt berbuat baik à sikap yg nurturing parent (NP).
Sebaliknya ada puula sikap ortu yg suka menghardik, membentak, menghukum, berprasangka, melarang sikap yg critical parent (CP)
Kata-kata yg bisa muncul:
Kasihan sekali kamu
“awas”
“jangan”
“pokoknya”
“kamu sih”
Sikap orang dewasa :
Umumnya pragmatis dan realistis
Mengambil kesimpulan, keputusan b’dasarkan fakta-fakta yg ada. Suka bertanya, mencari atau menunjukkan fakta-fakta, bersifat rasional dan tdk emosional, bersifat objektif, dsb.
Kata-kata yg biasa muncul:
Saya pikir ….
Menurut hemat saya ….
Mengapa, apa, dimana, kapan, bagaimana, dsb.
Sikap anak-anak
Dibedakan antara natural child (NP) dan
adapted child (AC).
Natural Child: sikap yg ditunjukkan à ingin tahu, berkhayal, kreatif, memberontak.
Adapted Child: sikap yg ditunjukkan à mengeluh, ngambek, suka pamer, bermanja-manja
Kata-kata yg biasa muncul: Asyik …, waduh …., wow…,
Cara mengetahui sikap ego seseorang
Melihat tingkah laku nonverbal maupun verbal yg digunakan.
tingkah laku nonverbalpd umumnya sama, tetapi dpt dibedakan kode/simbolnya pd setiap orang sesuai dgn budayanya.
pilihan kata-kata yg digunakan saat berkomunikasi.
Mengamati sikap seseorang ketika bergaul dgn orang lain.Dominasi satu sikap dpt dilihat pd orang tsb. Misal: sangat menggurui orang lain à orang tsb dikuasai oleh P (critical parent).
Si Item suka ngambek Item dikuasai oleh sikap anak-anak.
Si Biru suka bertanya & mencari fakta-fakta atau latar belakang suatu kejadian Biru dikuasai oleh sikap dewasa.
Mengingat kembali keadaan dirinya sewaktu masih kecil à buah jatuh tdk jauh dari pohonnya.
melihat cara berbicara, gerak-gerik nonverbal mengikuti cara yg dilakukan ayah-bundanya yg kita kenal.
Mengecek perasaan diri sendiri,perasaan setiap orang yg muncul pd konteks, tempat tertentu yg sangat mempengaruhi seseorang à apakah lbh baik bersikap orang tua, dewasa, ataupun anak-anak
2. ANALISIS TRANSAKSI
Ada 3 transaksi:
Transaksi imbang (komplementer),
Transaksi silang,
Transaksi terselubung.
A. Transakasi komplementer
Jenis transaksi terbaik dlm komunikasi antar pribadi krn terjadi kesamaan makna thd pesan yg mereka pertukarkan, pesan yg satu dilengkapi oleh pesan yg lain meskipun dlm jenis sikap ego yg berbeda.
Transaksi komplementer terjadi antara 2 sikap yg sama à sikap dewasa.
Transaksi terjadi antara 2 sikap yg berbeda namun komplementer. Kedua sikap itu adalah sikap ortu dan sikap anak-anak.
Transaksi imbang (komplementer)
Terjadi jika penrima pesan memberi respon sesuai dengan ego state yg diharapkan oleh pengirim pesan.
Contoh: Klien berperilaku sbg anak, Perawat dihrpkan berperansbg orang tua
Dialog:
Stimulus: silakan tunggu, saya akan hubungi dokter unt keluhan Anda ini.
Respon: terima kasih, saya memang butuh perhatian saat ini
Transaksi imbang (Dewasa)
Stimulus: dimana yg terasa nyeri?
Respon: di pergelangan tangan kiri saya.
B. Transaksi Silang
Terjadi jika penerima pesan memberikan respon di luar ego state yg diharapkan oleh pengirim pesan.
Akibatnya: kesenjangan/terputusnya komunikasi
Contoh: isteri mengapa pulang lambat?
suami kalau orang baru plg jangan ditanya macam-macam. Ambilkan minum!
Contoh lain:
Stimulus: dimana yg nyeri?
Respon: jika anda tdk keberatan, saya ingin bicara dgn dokter tentang hal ini.
C. Transaksi selubung/tersembunyi
Transaksi yg terjadi dimana pengirim pesan menyampaikan pesn dari ego state tertentu tetapi dibalik pesan itu ia menyampaikan pesan dari ego state yg lain.
Dlm berkomunikasi kita sering (sebetulnya) mengirim sekaligus 2 pesan à yg diucapkan terang-terangan & yg tersembunyi.
Sikap tersembunyi ini sebenarnya yg paling penting à yg ingin mendpt respon, baik yg tersembunyi di blk kata-kata (verbal) atau non verbal), tetapi ditanggapi lain oleh si penerima.
Contoh (T. Selubung)
Pada suatu petang Dudung berkunjung ke rumah Nunung. Mereka asyik sekali ngobrol krn ada bahan percakapan yg sangat menarik. Ayah Nunung melihat ke arah jam dinding & berkata, “Hm, sdh pukul 11 mlm.”
Pernyataan ttg fakta yg disampaikan terang-terangan.
Pesan terselubungnya: “bukankah sdh waktunya kau pulang, Nak?
T. selubung
Tdk semuanya sesederhana itu tujuannya
Spt pepatah: “ada udang di balik batu”
Kita hrs peka thd traksaksi selubung
Ego state yg baik adalah yg mengalir shg dpt digunakan pd kondisi yg cocok, misal dlm menghadapi suatu masalah maka ego state yg cocok adl ego state dewasa, bukan ego state anak atau orang tua.
3. ANALISIS PERMAINAN
Erat kaitannya dgn Transaksi selubung
Analisis dari motivasi terselubung pada bgm seseorang berperilaku.
Contoh: seorang anak yg merasa tdk diperhatikan ayah-ibunya, melempar bola ke kaca jendela, sdgkan ia tahu ortunya akan marah.
Yg nampak: anak bermain bola secara tdk wajar.
Yg terselubung: anak bermain sbg anak yg kurang perhatian à maka ia menarik perhatian ortunya dgn pelanggaran tsb.
4. ANALISIS NASKAH
Analisis dari drama kehidupan yg spesifik di mana seseorang tsb terlibat.
Naskahnya tdk tertulis di atas kertas, ttp manusia bertingkah laku menurut naskah yg dipelajarinya sejak kanak-kanak.
Naskah dipelajari dari: ortu, saudara, pembantu, teman, budaya bangsa, dsb.
Naskah individu & kelompok mempengaruhi pergaulan & komunikasi dgn pihak lain.
Contoh: cara memberi hormat orang Jepang & orang Jawa.
Sumber :
https://beequinn.wordpress.com/nursing/komunikasi-keperawatan/analisis-transaksional/
http://lita-indah-fpsi12.web.unair.ac.id/artikel_detail-61969-Psikologi%20Umum%20I-Hubungan%20Interpersonal.html
http://psikologi.or.id/mycontents/uploads/2010/07/hubungan-interpersonal.pdf
http://pemulihanjiwa.com/teori-teori-hubungan-interpersonal.html
Hubungan interpersonal adalah dimana ketika kita berkomunikasi, kita
bukan sekedar menyampaikan isi pesan, tetapi juga menentukan kadar hubungan
interpersonalnya. Jadi ketika kita berkomunikasi kita tidak hanya menentukan content
melainkan juga menentukan relationship.
Dari segi psikologi komunikasi, kita dapat menyatakan bahwa makin baik
hubungan interpersonal, makin terbuka orang untuk mengungkapkan dirinya; makin
cermat persepsinya tentang orang lain dan persepsi dirinya; sehingga makin efektif
komunikasi yang berlangsung diantara komunikan.
Teori-teori hubungan interpersonal
a. Model pertukaran sosial (social exchange model)
Hubungan interpersonal diidentikan dengan suatu transaksi dagang. Orang berinteraksi karena mengharapkan sesuatu yang memenuhi kebutuhannya. Artinya dalam hubungan tersebut akan menghasilkan ganjaran (akibat positif) atau biaya (akibat negatif) serta hasil / laba (ganjaran dikurangi biaya).
b. Model peranan (role model)
Hubungan interpersonal diartikan sebagai panggung sandiwara. Disini setiap orang memainkan peranannya sesuai naskah yang dibuat masyarakat. Hubungan akan dianggap baik bila individu bertindak sesuai ekspetasi peranan (role expectation), tuntutan peranan (role demands), memiliki ketrampilan (role skills) dan terhindar dari konflik peranan. Ekspetasi peranan mengacu pada kewajiban, tugas dan yang berkaitan dengan posisi tertentu, sedang tuntutan peranan adalah desakan sosial akan peran yang harus dijalankan. Sementara itu ketrampilan peranan adalah kemampuan memainkan peranan tertentu.
c. Model permainan (games people play model)
Model menggunakan pendekatan analisis transaksional. Model ini menerangkan bahwa dalam berhubungan individu-individu terlibat dalam bermacam permaianan. Kepribadian dasar dalam permainan ini dibagi dalam 3 bagian yaitu :
• Kepribadian orang tua (aspek kepribadian yang merupakan asumsi dan perilaku yang diterima dari orang tua atau yang dianggap sebagi orang tua).
• Kepribadian orang dewasa (bagian kepribadian yang mengolah informasi secara rasional)
• Kepribadian anak (kepribadian yang diambil dari perasaan dan pengalaman kanak-kanak yang mengandung potensi intuisi, spontanitas, kreativitas dan kesenangan).
Pada interaksi individu menggunakan salah satu kepribadian tersebut sedang yang lain membalasnya dengan menampilkan salah satu dari kepribadian tersebut. Sebagai contoh seorang suami yang sakit dan ingin minta perhatian pada istri (kepribadian anak), kemudian istri menyadari rasa sakit suami dan merawatnya (kepribadian orang tua).
d. Model Interaksional (interacsional model)
Model ini memandang hubungann interpersonal sebagai suatu sistem. Setiap sistem memiliki sifat struktural, integratif dan medan. Secara singkat model ini menggabungkan model pertukaran, peranan dan permainan.
Analisis Transaksional
Pengertian analisis transaksional
Kata transaksi selalu mengacu pd proses pertukaran dlm suatu hubungan. Dlm komunikasi antar pribadi juga dikenal transaksi à yg dipertukarkan adalah pesan-pesan, baik verbal maupun non verbal.
Analisis transaksional adalah suatu model analisis komunikasi dimana seseorang menempatkan dirinya menurut posisi psikologi yg berbeda (Eric Berne’s, Stuart Sundeen, 1995).
Tujuan:
Analisis transaksional bertujuan unt mengkaji secara mendalam proses transaksi
siapa – siapa yg terlibat di dalamnya
pesan apa yg dipertukarkan
KOMPONEN ANALISIS TRANSAKSSIONAL (Rungapadiachy, 1999)
Analisis Struktur
Analisis Transaksi
Analisis Permainan
Analisis Naskah
1. ANALISIS STRUKTUR
Mengalisis kepribadian orang, yakni pikiran, perasaan, tingkah laku
membuat kita mengenal diri sendiri dlm berkomunikasi dengan orang lain
siapa kita? mengapa kita berperilaku demikian
Kepribadian seseorang terdiri dari 3 status ego à pola yg tetap dr perasaan, pengalaman, dan tingkah laku.
Sikap Dasar Ego
Mengacu pada:
Sikap orang tua (Parent = P)
Sikap orang dewasa (Adult = A)
Ego anak (Child = C)
Ketiga sikap tsb dimiliki oleh setiap orang, baik dewasa, anak-anak, maupun orang tua.
Sikap orang tua
Terlihat dlm tindakan, tutur kata ataupun ucapan-ucapannya.
Seperti tindakan menasehati orang lain, memberikan hiburan, menguatkan perasaan, memberikan pertimbangan, membantu, melindungi, mendorong unt berbuat baik à sikap yg nurturing parent (NP).
Sebaliknya ada puula sikap ortu yg suka menghardik, membentak, menghukum, berprasangka, melarang sikap yg critical parent (CP)
Kata-kata yg bisa muncul:
Kasihan sekali kamu
“awas”
“jangan”
“pokoknya”
“kamu sih”
Sikap orang dewasa :
Umumnya pragmatis dan realistis
Mengambil kesimpulan, keputusan b’dasarkan fakta-fakta yg ada. Suka bertanya, mencari atau menunjukkan fakta-fakta, bersifat rasional dan tdk emosional, bersifat objektif, dsb.
Kata-kata yg biasa muncul:
Saya pikir ….
Menurut hemat saya ….
Mengapa, apa, dimana, kapan, bagaimana, dsb.
Sikap anak-anak
Dibedakan antara natural child (NP) dan
adapted child (AC).
Natural Child: sikap yg ditunjukkan à ingin tahu, berkhayal, kreatif, memberontak.
Adapted Child: sikap yg ditunjukkan à mengeluh, ngambek, suka pamer, bermanja-manja
Kata-kata yg biasa muncul: Asyik …, waduh …., wow…,
Cara mengetahui sikap ego seseorang
Melihat tingkah laku nonverbal maupun verbal yg digunakan.
tingkah laku nonverbalpd umumnya sama, tetapi dpt dibedakan kode/simbolnya pd setiap orang sesuai dgn budayanya.
pilihan kata-kata yg digunakan saat berkomunikasi.
Mengamati sikap seseorang ketika bergaul dgn orang lain.Dominasi satu sikap dpt dilihat pd orang tsb. Misal: sangat menggurui orang lain à orang tsb dikuasai oleh P (critical parent).
Si Item suka ngambek Item dikuasai oleh sikap anak-anak.
Si Biru suka bertanya & mencari fakta-fakta atau latar belakang suatu kejadian Biru dikuasai oleh sikap dewasa.
Mengingat kembali keadaan dirinya sewaktu masih kecil à buah jatuh tdk jauh dari pohonnya.
melihat cara berbicara, gerak-gerik nonverbal mengikuti cara yg dilakukan ayah-bundanya yg kita kenal.
Mengecek perasaan diri sendiri,perasaan setiap orang yg muncul pd konteks, tempat tertentu yg sangat mempengaruhi seseorang à apakah lbh baik bersikap orang tua, dewasa, ataupun anak-anak
2. ANALISIS TRANSAKSI
Ada 3 transaksi:
Transaksi imbang (komplementer),
Transaksi silang,
Transaksi terselubung.
A. Transakasi komplementer
Jenis transaksi terbaik dlm komunikasi antar pribadi krn terjadi kesamaan makna thd pesan yg mereka pertukarkan, pesan yg satu dilengkapi oleh pesan yg lain meskipun dlm jenis sikap ego yg berbeda.
Transaksi komplementer terjadi antara 2 sikap yg sama à sikap dewasa.
Transaksi terjadi antara 2 sikap yg berbeda namun komplementer. Kedua sikap itu adalah sikap ortu dan sikap anak-anak.
Transaksi imbang (komplementer)
Terjadi jika penrima pesan memberi respon sesuai dengan ego state yg diharapkan oleh pengirim pesan.
Contoh: Klien berperilaku sbg anak, Perawat dihrpkan berperansbg orang tua
Dialog:
Stimulus: silakan tunggu, saya akan hubungi dokter unt keluhan Anda ini.
Respon: terima kasih, saya memang butuh perhatian saat ini
Transaksi imbang (Dewasa)
Stimulus: dimana yg terasa nyeri?
Respon: di pergelangan tangan kiri saya.
B. Transaksi Silang
Terjadi jika penerima pesan memberikan respon di luar ego state yg diharapkan oleh pengirim pesan.
Akibatnya: kesenjangan/terputusnya komunikasi
Contoh: isteri mengapa pulang lambat?
suami kalau orang baru plg jangan ditanya macam-macam. Ambilkan minum!
Contoh lain:
Stimulus: dimana yg nyeri?
Respon: jika anda tdk keberatan, saya ingin bicara dgn dokter tentang hal ini.
C. Transaksi selubung/tersembunyi
Transaksi yg terjadi dimana pengirim pesan menyampaikan pesn dari ego state tertentu tetapi dibalik pesan itu ia menyampaikan pesan dari ego state yg lain.
Dlm berkomunikasi kita sering (sebetulnya) mengirim sekaligus 2 pesan à yg diucapkan terang-terangan & yg tersembunyi.
Sikap tersembunyi ini sebenarnya yg paling penting à yg ingin mendpt respon, baik yg tersembunyi di blk kata-kata (verbal) atau non verbal), tetapi ditanggapi lain oleh si penerima.
Contoh (T. Selubung)
Pada suatu petang Dudung berkunjung ke rumah Nunung. Mereka asyik sekali ngobrol krn ada bahan percakapan yg sangat menarik. Ayah Nunung melihat ke arah jam dinding & berkata, “Hm, sdh pukul 11 mlm.”
Pernyataan ttg fakta yg disampaikan terang-terangan.
Pesan terselubungnya: “bukankah sdh waktunya kau pulang, Nak?
T. selubung
Tdk semuanya sesederhana itu tujuannya
Spt pepatah: “ada udang di balik batu”
Kita hrs peka thd traksaksi selubung
Ego state yg baik adalah yg mengalir shg dpt digunakan pd kondisi yg cocok, misal dlm menghadapi suatu masalah maka ego state yg cocok adl ego state dewasa, bukan ego state anak atau orang tua.
3. ANALISIS PERMAINAN
Erat kaitannya dgn Transaksi selubung
Analisis dari motivasi terselubung pada bgm seseorang berperilaku.
Contoh: seorang anak yg merasa tdk diperhatikan ayah-ibunya, melempar bola ke kaca jendela, sdgkan ia tahu ortunya akan marah.
Yg nampak: anak bermain bola secara tdk wajar.
Yg terselubung: anak bermain sbg anak yg kurang perhatian à maka ia menarik perhatian ortunya dgn pelanggaran tsb.
4. ANALISIS NASKAH
Analisis dari drama kehidupan yg spesifik di mana seseorang tsb terlibat.
Naskahnya tdk tertulis di atas kertas, ttp manusia bertingkah laku menurut naskah yg dipelajarinya sejak kanak-kanak.
Naskah dipelajari dari: ortu, saudara, pembantu, teman, budaya bangsa, dsb.
Naskah individu & kelompok mempengaruhi pergaulan & komunikasi dgn pihak lain.
Contoh: cara memberi hormat orang Jepang & orang Jawa.
Sumber :
https://beequinn.wordpress.com/nursing/komunikasi-keperawatan/analisis-transaksional/
http://lita-indah-fpsi12.web.unair.ac.id/artikel_detail-61969-Psikologi%20Umum%20I-Hubungan%20Interpersonal.html
http://psikologi.or.id/mycontents/uploads/2010/07/hubungan-interpersonal.pdf
http://pemulihanjiwa.com/teori-teori-hubungan-interpersonal.html
Komentar
Posting Komentar